Selamat Datang
image

Hospitality Knowledge

Provider of :

Opening Hotel Consultant
Hotel Training & Development
Outsourcing Cleaning Consultant
Integrated Pest Management

ADMINISTRATION & GENERAL

image

( Accounting Departement )

Departemen Akuntansi yang berfungsi untuk membuat catatan segala transaksi-transaksi yang terjadi secara teratur, sehingga setiap akhir bulan, akhir tahun mampu memberikan informasi laporan tentang posisi keuangan hotel yang menyangkut harta, utang dan modal demikian juga  dengan perihitungan laba-rugi.

Hotel Accounting

Ungkapan "uang membuat dunia berputar" memang benar untuk akuntan hotel. Adalah melacak setiap transaksi keuangan di hotel untuk memastikan bahwa semua uang yang masuk dan keluar secara akurat dicatat dan ditangani. Jika ada perbedaan, harus diselidiki dan diperbaiki atau buatlah laporan alasan mengapa hal itu terjadi, apakah sengaja atau tidak (kesalahan atau penipuan)

Dalam sistem ini juga akan menangani perhitungan upah, gaji dan pembayaran yang ada di hotel, kecuali jika bekerja untuk sebuah kelompok hotel besar, dalam hal ini  mungkin akan berbasis di kantor pusat dengan tanggung jawab untuk properti tertentu.

Kunci tanggung jawab :

  • Pengendalian daftar gaji
  • Memproduksi seperangkat akurat rekening akhir bulan, dengan perbandingan    untuk prakiraan dan periode sebelumnya
  • Menyiapkan akun laba rugi dan neraca untuk manajemen 
  • Membantu dalam penyusunan anggaran dan perencanaan bisnis termasuk pendapatan yang diproyeksikan kamar
  • Rekonsiliasi laporan bank
  • Undang-undang yang berlaku /  tentang PPN

Chasing akhir pembayaran, pelaporan kredit macet dan mengawasi secara hati hati pada arus kas.

Prosedur akuntansi Hotel membantu suatu perusahaan dalam industri perhotelan menyiapkan laporan keuangan yang akurat yang sesuai dengan peraturan dan prinsip-prinsip akuntansi. Peraturan ini termasuk prinsip akuntansi yang berlaku umum, standar pelaporan keuangan  dan Peraturan Pemerintah yang berlaku di Indonesia. Juga berhubungan dengan Head Office (jika hotel group), Pajak Daerah dan Perusahaan Akuntansi Publik . Bila ditinjau dari fungsi Departemen Akuntansi dapat dipisahkan jadi beberapa hal :

1.  Menerima pembayaran kas yang ditangani oleh General Cashier (Kasir Umum) untuk disetor ke Bank (Bank In).

2.  Melaksanakan pengeluaran Kas untuk pembayaran yang relatif kecil,  pembayaran cek untuk pebayaran yang besar-besar dan ditangani oleh General Cashier.

3.  Mencatat pembelian barang yang tidak dibayar secara tunai serta biaya - biaya yang dikeluarkan dan ditangani oleh Account Payable (Bagian Utang).

4.  Account Receivable (Bagian Piutang) bertanggung jawab membukukan piutag dan bertanggung jawab atas semua tagihan dan umur piutang.

5. Proses Night Audit dimaksudkan untuk memeriksa dan memastikan semua penjualan dan penerimaan pembayaran di Front Office, restoran maupun di outlet lainnya dan menutup semua transaksi pada hari yang bersangkutan. Dalam proses ini, sistem akan mengakumulasi semua data dan mencetak laporan.

6.  Mencatat pendapatan / penjualan hotel yang dilaksanakan oleh Income Auditor. Memastikan kebenaran perhitungan dari night audit dan mengalokasikan  pendapatan sesuai general ledger. Memastikan kelengkapan dokumen yang sesuai dengan prosedur operasional hotel. Mengakumulasi dan menganalisa Sales Income tiap hari.

7.  Menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan dan dilaksanakan oleh Cost Control, baik untuk bahan-bahan Food Beverage, bahan dan harta operasional ataupun harta tetap.

8. Membeli barang-barang keperluan hotel yang dilaksanakan oleh Purchasing (bagian pembelian).

9. Menerima barang yang dibeli dan diterima oleh Receiving (bagian penerimaan barang) serta menyimpan di dalam gudang.

10. Menyiapkan laporan keuangan yang dikerjakan oleh Bookkeeper (penataan buku).

Business Process / proses bisnis

Dalam melakukan proses bisnis menyangkut beberapa   kegiatan tentang :

Cash Flow

Dimana ini seb agai indicator kemampuan hotel dalam mengeluarkan ongkos-ongkos operasional. Dalam Cash Flow ini ada sisi yang sangat penting yaitu bagian

  • Expense (Debet) :
    Purchasing, Receiving, Storekeeper, Cost Control dan Account Payable
  • Revenue (Kredit) :
    Night Audit, Restaurant & Bar Cashier, Income Audit, Account, Receivable, General Cashier, Bookkeeper, Accounting Manager.

Internal Control

Pengawasan di dalam, dimana pengawasan ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian tentang transaksi ataupun tentang ketidakcocokan proses accounting yang banyak berhubungan dengan  data-data, billing system dll.

Report Operation

Analisa laporan kegiatan operasional hotel yang antara lain berhubungan dengan pendapatan, pengeluaran dan biaya-biaya lainnya.

  • Financial Statement design & setup Laporan Keuangan.
  • Customized Daily Reports, Management reports & Owner reports Customized Laporan harian, laporan Manajemen & laporan Pemilik
  • Review and refine existing setups and reports Review dan perbaikan atas laboran keuangan
  • Monthly accounting functions* Bank reconciliations Rekonsiliasi bank
  • Training for new employees, both in person and online/phone. Pelatihan untuk karyawan baru accounting staff.
  • Provide continuity as Interim Controller Establish internal control procedures Menetapkan prosedur pengendalian internal
  • Internal controls and audit Kontrol internal dan audit
  • Accounts payable Hutang
  • Budget and Forecast Anggaran dan Prakiraan

Other financial services designed to meet your needs Electronic Data Processing (EDP)

Software

Electronic data processing adalah penanganan perangkat lunak / software (maintenance, back up database troubleshooting ), secara rutin update pattern antivirus yang ada di server dan klien dan bertanggung jawab atas keamanan database di server.

Hardware

Perangkat keras / hardware, maintenance terhadap networking, hardware trouble shooting dan pengolahan data elektronik. Melakukan penyempurnaan infrastruktur organisasi yang meliputi beberapa aspek antara lain, penyempurnaan sistem dan mekanisme tata kerja, pengembangan sistem teknologi informasi, penajaman sistem pengawasan intern dalam pengelolaan dokumen atau data, juga monitoring secara rutin terhadap traffic networking -nya.

Information Technology   Management ( IT Management )

Untuk membuat sebuah service kepada tamu dapat dilayani dengan akurat, aman, cepat dan menyenangkan dan informasi selalu update antara satu dengan department lain dibutuhkan “ integrated service” sehingga bisa mendatangkan revenue yang maximal. Namun hal ini juga membutuhkan investasi dan perbaikan / pengembangan yang berkelanjutan.

IT investment / development step by step :

  • Computerized reservation system, guest accounting, GL accounting systems.
  • Front Office Systems
  • Point of Sales terminals for F&B outlets.
  • Computerized energy management systems
  • Electronic card key systems
  • Automatic check out machine.
  • Integrated system for 300-plus room facilities.
  • MIS control System ( Management Information system ), communication.

Contoh MIS pada hotel system.

                                                                                                        

No

Task

Information System

Subprogram

1

Reservation

Room availability

Guest data, room inventory, deposits, special request, blocking, arrivals, departure, VIP

 

 

Confirmation

Reservation

Registration

Check Out Plan

2

Front Desk

Check In

Reservation

Guest Data

Room  inventory

Room Status

Security

Reports

Self Check In

Keys

Deposits

 

 

Room Status

Room inventory

Availability

Reports

 

 

Posting to guest

accounts

Point of Sales

Rooms

Tax

Transfer

Adjustment

Paid Out

Miscellaneous charges

Phone

Display Folio

Reports

 

 

Guest Credit Audit

Fund Availability – Bank  confirmation

 

 

Advance Deposits

Daily Report cash receipt

 

 

Cashier

Cashier Reports

 

 

Check Out

Folio, adjustment, cashier,

Minibar usage, cashier, back office transfer, reports, guest history

3

Call Accounting

Guest  information

Guest information

Employee information

Post Charges

Messages

Wake up calls.

Reports

 

 

Call Posting

Point of Sales

Rooms

Tax

Transfer

Adjustment

Paid Out

Miscellaneous charges

Phone. Display Folio

Reports

4

Housekeeping

Room Status

Room availability

Personnel assignment

Analysis,

Housekeeper’s Report

Equipment / supplies

Inventory and usage

Maintenance request

 

 

Facilities Malfunction

Report & Follow Up

Total daily by type of

malfunction.

Malfunction by room, history,

Frequency of Malfunction.

Daily customer complaint reports.

5

Maintenance

Work Order, repairs &  maintenance, renovation /

Improvement / additional facilities job order.

Review work order.

Status

Cost / labor analysis.

Inventory.

Repair cost analysis.

Energy usage analysis.

Guest Room Power start.

6

Food and

Beverage

Point of Sales

Point of Sales

Posting

Cashier reports

Food/beverage inventory,

Aging, expiration, Recipes

Sales control

Sales production analysis.

Labor analysis.

Special inventory report

(wine, caviar, imported goods, etc

 

 

Menu profitability analysis

Cost of good sold formula

 

 

Inventory

Sub ledger of inventory

 

 

Recipes

Secret recipes inventory.

General recipes inventory

7

Sales and

Marketing

Client File

Guest history, word

  Processing, client files,

Banquet files, desktop

Publishing, report, travel agencies, competitor’s price history

 

 

Direct mail

Mail Report

 

 

Guest History

Guest loyalty rating,

Gift, surprise extra discount

 

 

Travel Agent & MICE

Data base and guest contribution to hotel.

Event history

8

Night Audit

Room and Tax posting

Guest charges

Department total

City Ledger, Cashier,

Financial Report,

Housekeeping

 

 

Various operational report

Lost & Found report

9

Accounting

GL system,    eg :

Chart of account

Manual of account

Special journal

 

General Ledger

 

Report format, Balance

Sheets, Profit & Loss.

Cashflow, equity changes,

Notes to FS, appendice

Account Payable

Sub ledger,

Account Receivable

Sub ledger,

Inventory subledger.

Fixed asset subledger

Including IT harware

E.xpenses subledger,

Payroll.

Segmental assets

Subledger.

Segment revenue

Subledger

Segment profit & loss

General Ledger

 

 

Management accounting

system

Floor price full costing,

Direct costing & pricing

Value added cost

Monitoring.

 

 

Tax accounting system

Corporate income tax, PBB, Retribution, PPh 21, tax filing, investigation

 

 

Balance score cards

Database needed by BCS

10

Human Resources Management

HR score cards

Employee File

Job control List, word

processing

 

 

 

Personnel File

Employee history, salary

History, rises and promotion, etc

 

 

Time & attendance,

Performance records

Clock card attached to EDP / attendance finger system

11

Procurement

Purchase order system.

Automatic recorder point etc

ERP etc

12

Security

Parking Database

Security codes, personnel identification number, In-out, Analysis, Report Keys.

Fire Alarm,

Burglar Alarm.

Security code transaction

13

Event Management

Show, music, garden barbeque.

Banquet event order,  etc

Database of previous event,

Cost & benefit

14

Garden & Pool

Investment, repair and maintenance etc.

Subledger control

15

Finance and banking

Head office / Group intercompany account.

Report to creditor.

Bank account subledger,

Automatic loan repayment system.

Accounting & Auditing Procedures
( Drew Nelson, eHow Kontributor )

Meskipun akuntansi dan audit merupakan bidang terkait, mereka beroperasi terpisah dalam sebuah organisasi. Itu berarti bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi yang akan terpisah dari kebijakan audit dan prosedur. Akuntansi merupakan bagian dari operasi bisnis, sedangkan audit merupakan fungsi pengawasan independen.

1.  Kebijakan

Kebijakan prinsip-prinsip, aturan dan pedoman yang dirumuskan atau diadopsi oleh organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang.

2.  Prosedur

Prosedur adalah metode khusus yang diterapkan untuk mengekspresikan kebijakan dalam tindakan operasional organisasi sehari-hari. Sama seperti batasan dan pedoman yang Anda tetapkan di rumah dirancang untuk melatih anak-anak Anda pada perilaku yang tepat, prosedur yang dirancang untuk menampilkan karyawan bagaimana melaksanakan tugas pekerjaan mereka.

3.  Kebijakan dan Prosedur Bertindak Bersama 

Kebijakan dan prosedur adalah salah satu alat yang paling berharga yang tersedia untuk manajemen. Di masa lalu, kebijakan dan prosedur adalah salah satu daerah yang paling diabaikan dari manajemen; sering semua orang tampaknya tahu apa kebijakan dan prosedur tapi mereka tidak diformalkan secara tertulis.

Sekarang proses akuntansi dan pelaporan keuangan harus dipetakan - yang menempatkan prosedur di atas kertas - dan sejak dimulainya kontrol internal harus dievaluasi dan dilaporkan oleh manajemen dan auditor independen, kebijakan dan prosedur harus dibuat secara tertulis atau akan ada masalah pengendalian internal yang akan dilaporkan.

"Kebijakan dan prosedur bertindak bersama-sama memberikan hubungan strategis antara visi perusahaan dan operasional sehari-hari," kata Michael Griffin, penulis "Cara Menulis Pedoman Kebijakan." Hal ini penting karena  - seperti aturan dan batas yang ditetapkan di rumah untuk anak-anak - baik kebijakan dan prosedur tertulis memungkinkan karyawan untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam batas-batas yang telah ditentukan. Kebijakan dan prosedur tertulis yang mudah untuk memahami bahasa manajemen memberikan kemampuan untuk memandu operasi tanpa manajemen konstan mikro. Bahkan, kebijakan dan prosedur tertulis jelas menghemat manajemen jam yang tak terhitung waktu mengarahkan karyawan pada apa yang harus dilakukan.

4.  Kebijakan Akuntansi dan Prosedur

Fungsi akuntansi adalah bagian dari kegiatan operasional harian dari keseluruhan bisnis. Kebijakan akuntansi dan prosedur yang seharusnya menjadi bagian dalam kebijakan perusahaan dan manual prosedur atau volume terpisah dalam satu set manual kebijakan perusahaan. Intinya adalah bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi diawasi oleh manajemen perusahaan, yang akhirnya ke kantor pusat ataupun akuntan publik, kebijakan dan prosedur akuntansi merupakan elemen penting dalam pengendalian internal (seperti juga kebijakan dan prosedur untuk setiap bagian dari bisnis) struktur perusahaan. Mereka memberikan pedoman bagi staf akuntansi untuk memproses transaksi dan menghasilkan catatan akuntansi yang akurat dan penting untuk operasi yang efisien dan efektif bisnis.

5.  Kebijakan Audit dan Prosedur

Departemen audit di sebuah perusahaan harus independen dari manajemen. Hal ini dilakukan dengan memiliki departemen audit. Sementara audit akan memiliki kebijakan dan prosedur yang mencapai tujuan umum dibahas di atas, kebijakan dan prosedur audit akan benar-benar terpisah dari kebijakan dan prosedur perusahaan secara keseluruhan. kebijakan dan prosedur audit diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan departemen audit yang ditetapkan oleh dewan direksi. Audit kebijakan dan prosedur pengendalian internal merupakan penting dalam departemen audit dan departemen audit yang efektif adalah pengendalian internal yang penting dalam perusahaan.

6.  Akuntansi dan Kebijakan Audit dan Prosedur

Meskipun akutansi dan audit  merupakan bidang terkait, namun memiliki fungsi yang sangat berbeda dalam pegaturan perusahaan. Kebijakan akuntansi, audit dan prosedur akan memiliki tujuan yang sama (untuk memandu fungsi akuntansi dan audit) - mereka cukup berbeda dalam fokus operasional. Akuntansi sebagai bagian dari kegiatan operasional harian bisnis; dan audit sebagai fungsi pengawasan untuk manajemen, dewan direksi.

7.  Hotel Night Audit

Dilakukannya night audit untuk memeriksa dan memastikan semua penjualan dan penerimaan pembayaran di Front Office, restoran maupun di outlet lainnya dan menutup semua transaksi pada hari yang bersangkutan. Dalam proses night audit, sistem akan mengakumulasi semua data dan mencetak laporan-laporan.

8.  Hotel Income audit

Memastikan kebenaran perhitungan dari night audit dan mengalokasikan  pendapatan dengan benar sesuai general ledger.

Mencocokkan, mengkoreksi dan memastikan kelengkapan dokumen yang sesuai dengan prosedur operasional hotel dan mengakumulasi, menganalisa revenue tiap hari (untuk dibandingkan dengan budget).

BANKING

House bank

Adalah uang tunai “dalam jumlah terbatas” yang disetujui oleh manajemen dan dipergunakan dalam operasional sehari-hari untuk kepentingan hotel.

Bank Account

Data rekening hotel yang dipergunakan untuk operasional sehari-hari dan dikenal dengan hotel system, yaitu : Bank In, Bank Out.

Bank In

Adalah rekening bank yang berfungsi untuk menerima setoran hasil usaha hotel. Setoran unit hotel ke rekening bank in dapat berupa uang tunai, credit card, cek, bilyet giro, dan transfer. Semua hasil operasional (revenue) & non operasional harus disetor seluruhnya ke bank in keesokan harinya (kecuali hari Sabtu dan hari libur) dan tidak boleh dikurangi untuk keperluan pengeluaran rutin atau pengeluaran lainnya oleh hotel. Sedang Sabtu dan hari libur, semua hasil operasional (revenue) harus disetorkan pada hari kerja berikutnya. Sementara dana disimpan di brankas.

Bank Out

Adalah rekening yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional juga pembayaran : supplier, remunerasi karyawan, dapat berupa uang tunai, cek, bilyet giro, dan transfer.

Pembuatan Bukti Bank

Semua transaksi bank in dibuatkan bukti penerimaan bank dan bank out  bukti pengeluaran bank.

Daftar Rekening

Untuk  sebuah system akutansi, daftar rekening adalah sangat penting, karena daftar rekening merupakan hal yang pokok untuk pencatatan dokumen, jurnal, buku-buku besar, laporan-laporan maupun keseluruhan procedure yang digunakan pada system akutansi. Karena banyaknya rekening-rekening (account) maka proses dan daftar itu perlu diatur secara teratut sehingga mudah untuk menemukannya dengan memberi nomor dan kode-kode pada semua rekening (account) yang ada.

Pada dasarnya rekening digolongkan :

1. Rekening riil (real account), yaitu rekening yang merupakan unsure dalam penyusunan sebuah neraca yang terdiri dari :

a.   Rekening harta (aktiva)

b.   Rekening utang

c.   Rekening modal

Rekening utang dan modal ( rekening Pasiva ), sisa dari rekening riil ini pada akhir periode pembukuan, akan digunakan sebagai sisa awal untuk periode akutansi berikutnya.

2. Rekening nominal / rekening sementara (nominal/temporary accounts), yaitu rekening yang merupakan unsure – unsure dalam penyusunan perhitungan Rigi-Laba. Rekening ini terdiri dari :

a.   Rekening penjualan / Pendapatan

b.   Rekening harga pokok dan Biaya

Pada akhir tahun, buku kedua rekening ini akan dipindahkan ke Rugi Laba dan pada akhirnya akan dipindahkan lagi ke rekening modal.

Dalam setiap periode akutansi, siklus akutansi akan diawali dengan pencatatan transaksi dan berakhir dengan post closing trial balance. Proses akutansi bisa dilakukan secara manual maupun (system) komputerisas.

Siklus akutansi merupakan tahapan-tahan dalam yang terdiri dari :

1.  Pengumpulan data administrasi keuangan.

2.  Analisis transaksi.

3.  Membukukan transaksi keuangan pada jurnal.

4.  Membukukan pada buku besar.

5.  Menyiapkan neraca percobaan.

6.  Menyiapkan jurnal penyesuaian.

7.  Menyiapkan laporan keuangan.

Arus Dokumentasi Akutansi (accounting flow chart)

Adalah suatu siklus mulai dari terjadinya transaksi yang menimbulkan dokumen dasar dan kemudian ke jurnal dan dicatat ke buku besar sehingga dapat disusun laporan keuangan yang berupa Neraca Perhitungan Rugi – Laba.

NERACA

Maksud dari penyusunan Neraca adalah untuk menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang berupa harta yang dimiliki, utang serta modal perusahaan. Neraca yang disusun setiap bulan dikenal sebagai Neraca Interim ( antar waktu ) yang dimaksud untuk mengawasi efisiensi perusahaan.

Pos-pos Neraca dibedakan mana yang current asset / current liability dan mana yangg non current asset / liability yang bisa ditulis dalam Neraca.

Seperti penggolongan berikut :

I.  Asset ( kekayaan ) , dalam neraca akan terlihat pada sebelah

    Debet (kiri).

1.  Current Assets ( harta lancar )

  • Cash ( uang tunai, bank, serta dengan kas / deposito )
  • Account Receivable ( AR / Piutang / tagihan )
  • Inventories ( persediiaan )
  • Prepaid Expenses ( biaya dibayar dimuka, antara lain : biaya premi asuransi, biaya sewa gedung ).
  • Other Current Asset (harta lancar lanilla : antara lain : pembelian dimuka atas statu barang yang jumlahnya akan berkurang apabila barang yang dibeli diterima.

2 Fixed Asset ( harta tetap )

  • Fixe Asset ( barang brgerak maupun tidak brgerak : kenderaan, gedung ) 
  • Operating Equipment ( chinas ware, glassware, silverware )

3.  Others Asset

  • Deffered Charge ( biaya yang ditangguhkan pembebanannya antara lain : pre-opening expenses )

II. Liability ( hutang ) , dalam nerca akan terlihat dalam sebelah

     Kredit kanan.


1. 
Current Liabilities ( kewajiban lancar )

  • Account Payable – Trade Creditor ( hutang dagang ).
  • Others account Payable ( untuk menampung hutang-hutang yang lain seperti : service charge )
  • Account liabilities ( hutang tertahan yang harus dibayarr ).

2.  Long term Debt

  • Affiliated Company Account ( account yang digunakan untuk mencatat hubungan rekening Koran kantor pusat dengan rekening Koran unit )
  • Deffered Income ( pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan antara lain : room deposit, banquete deposit, store rental deposit )
  • Reserve ( disebut juga account cadangan ). Antara lain seperti : reserve untuk THR dicadangkan 1 bulan gaji sesuai dengan ketentuan yang ada dihotel.

III. Capital / NET Worth dan Operating Control Account dalam
 Neraca terlihat sebelah Kredit kanan.

     1.   Capital Stock ( modal saham ).
     2.   Retained Earning ( laba yang ditahan ).
     3.   Current Profit or Loss ( keuntungan / kerugian bulan / tahun
           berjalan )

ANALISA

Management akan dapat menganalisa kemampuan perusahaan dari :

1. Current Rasio ( Working Capital Ratio ) = current asset / current liabilities. Yaitu membandingkan jumlah harta lancer dengan kewajiban lancar.

  • Jika harta lancer > kewajiban lancer, atau CR > 1, artinya perusahaan “liquid” ( mampu bayar hutang lancar )
  • Jika harta lancer < kewajiban lancer, atau CR < 1, artinya perusahaan kesulitan membayar hutang lancarnya.

2. Quick Ratio atau Accid Test Ratio = Current Asset – Inventory / Current liabilities . Yaitu membandingkan jumlah current asset yang mempunyai likuiditas yang tinggi dengan current liablitties. Perbandingan < 1 dianggap kurang baik.

3.  Activity Ratio adalah rasio yang mengukur likuiditas aktiva tertentu dan efisiensi pengelolan asset. Yang termasuk dalam kategori ini adalah rata-rata pengumpulan piutang ( average collection period ), perputaran piutang ( account receivable ), perputaran barang ( inventory turnover ), perputaran aktiva tetap ( fixed assets turnover ) dan perputaran total aktiva ( total assets turnover).

4. Profiability Rasio adalah rasio yang mengukur kinerja secara keseluruhan perusahaan dan efisiensi dalam pengelolaan aktiva, kewajiban dan modal. Yang termasuk dalam kategori ini adalah prosentase laba kotor ( gross profit margin ), prosentase laba bersih ( net profit margin ), cash flow margin, return on total assets ( ROA ) atau return on investment ( ROI ), return on equity ( ROE ) dan cash return assets.

FIXED ASSET

Ini disebut aktiva tetap atau harta tetap atau disebut juga company propery.

Fixed Assed dapat dibedakan :

1.  Fixed Assets

2.  Operating Equipment

Fixed Assets

Yang digolongkan dalam Fixed assets adalah :

  • Land – ini tidak dikenakan depreciation
  • Garden & land Improvement – ini dikenakan depreciation
  • Building & building equipment – ini dikenakan depriciation dengan jangka waktu 10 – 20 tahun, account ini berupa bangunan hotel, kantor, gedung, gedung untuk mesin listrik.
  • Additions, Replacement and improvements adalah kelak diadakan perubahan, penambahan serta penggantian yang berarti menambah nilai gedung tersebut secara tidak langsung.
  • Air Conditioning equipment – ini dikenakan depreciation 5 tahun.
  • Furniture, Fixture and equipment termasuk dalam golongan ini adalah perabot kantor, perabot kamar, mesin-mesin, mesin kantor dan sejenisnya.
  • Automobiles, bagi suatu hotel / restaurant adalah alat angkut tamu, alat pengangkut bagi barang gudang dan alat pengangkut bagi karyawan.

Operating Equipment.

Yang digolongkan dalam golongan ini adalah :

  • China and glassware room
  • China and glassware F & B
  • Linen Room
  • Linen F&B
  • Silver F&B
  • Uniform

 

Copyright © 2014 | Virtual Hotel Institute · All Rights Reserved