Selamat Datang
image

Hospitality Knowledge

Provider of :

Opening Hotel Consultant
Hotel Training & Development
Outsourcing Cleaning Consultant
Integrated Pest Management

Integrated Pest Management

Integrated Pest  Management

Definisi
Suatu  konsep pengendalian yang dilakukan melalui pemilihan atau gabungan beberapa metode pengendalian yang kompetible, aman dalam penggunaan pestisida, efektif dalam hasil dan efesien dengan biaya.

Tahapan pengendalian

•    Inspeksi akan keberadaan hama dan foktor pendukungnya.
•    Indentfikasi akan sasaran
•    Pemilihan metode pengendalian akan hama yang aman baik itu
      pestisida, hamanya maupun lingkungan.

•    Implementasi pekerjaan apakah dengan kimia atau non kimia
•    Evaluasi pekerjaan baik itu metode, bahan dan hasil.


Implementasi pekerjaan non-kimiawi
•    Perangkap ( trapping )
•    Vacum ( vacuming )
•    Penutupan jalur ( proofing )
•    Pencahayaan ( lighting )
•    Pendempulan ( sealing )
•    Pengaturan kelembaman ( exhausting )
•    Penghilangan sarang ( harborage removal )

Implementasi kimiawi
•    Pengumpanan ( baiting )
•    Pengkabutan ( misting )
•    Penyemprotan ( spraying )
•    Pengasapan ( fogging )
•    Suntik bahan kimia ( injection )
•    Penaburan ( spreading )

Gambaran Umum

Program pest control adalah pengendalian serangga, ”hama” terpadu dan berkelanjutan seperti nyamuk, tikus dan kecoa bertujuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan akibat hama seperti : kerusakan jaringan kabel listrik, computer dan peralatan elektronik lainnya, menurunkan image bisnis, kepercayaan konsumen / nama baik, produktifitas, menimbulkan kerugian kesehatan akibat penyakit yang dibawanya, kontaminasi produk makanan dan mengurangi kenyamanan dalam ruangan.

Insect control bertujuan untuk mengendalikan populasi serangga ( lalat, nyamuk dll ) sehingga tidak menimbulkan gangguan.

Rodent control adalah usaha pengendalian tikus baik itu tikus got, tikus rumah maupun tikus atap.

Termite control adalah usaha pengendalian rayap hama secara efektif, terprogram dan berkelanjutan.

•    Chemicals Barrier System adalah pengendalian rayap dengan sistem
     injeksi dan penyemprotan untuk bangunan yang belum jadi ( pre-
     construction ) dan yang sudah jadi ( post construction ).
•    Termite Baiting System adalah pengendalian rayap dengan sistem
      pengumpanan yang dapat menuntaskan seluruh koloni rayap di bawah
      tanah.

Fumigasi adalah pengendalian hama ( umumnya hama gudang, rayap kayu ) dengan menggunakan gas fumigant.

Pengendalian Burung adalah pengendalian hama kelelawar, burung secara mekanik ataupun kimiawi.

Hygiene dan Sanitasi adalah perlakuan yang berhubungan dengan penghilangan atau minimalisasi akses hama ke makanan dan sumber air untuk kelangsungan hidupnya.

Lingkup Sanitasi

•    Safe water control ( pengelolaan air bersih )
•    Sewage Control ( pengelolaan pembuangan limbah )
•    Insect & Rodent Control ( pengendalian hama )
•    Refuse Disposal Control ( pengelolaan limbah )
•    Pollution Disposal Control ( pengendalian pencemaran )

Informasi Umum Hama pengganggu

Hama adalah binatang atau hewan yang karena keberadaannya dapat menimbulkan gangguan atau kerugian pada manusia.

Kecoa

Perilaku Kecoa
Kecoa adalah serangga cosmopolitan dan merupakan binatang malam yang sangat senang akan tempat-tempat lembab, dan banyak terdapat sisa makanan. Tempat hidup kecoa antara lain : celah-celah disekitar pembuangan air limbah, dapur, tempat pembuangan sampah, gudang makanan atau toilet. Kecoa sangat cepat perkembangannya, pertahunnya seekor kecoa betina dapat menghasilkan 4-8 Ootheca dan satu capsul telur (Ootheca ) kecoa dapat menampung 38-42 telur kecoa. Kecoa telah ada 350 juta tahun yang lalu, hidup berkelompok, aktif di malam hari (nocturnal ),  75% istirahat dan 25% mencari makan (thigmatropic), dapat bertahan hidup 2 – 3 bulan tanpa makanan dan 1 bulan tanpa minunan, sepasang kecoa dalam 1 tahun dapat menghasilkan 35.000 telur.

Jenis kecoa
Terdapat beberapa jenis species utama yang umum dijumpai, yaitu :
1.   Kecoa America ( periplaneta Americana )

  • Jenis ini terbesar di Indonesia, berukuran 28-44 mm.
  • Warna coklat kemerah-merahan dan mengkilap.
  • Terdapat pola angka delapan kekuningan di kepala.
  • Di tempat yang lembab dengan temperatur hangat ( 30-33ºC )
  • seperti di dapur, pipa saluran air dan WC.
  • Jangka hidup 1 – 2 tahun.
  • Satu Ootheca berisi 14 – 28 telur.

2.   Kecoa Jerman ( blatella germanica )

  • Ukuran 10 – 15 mm, warna coklat muda agak kekuningan.
  • Memiliki 2 garis kehitaman di kepalanya.
  • Habitat di tempat hangat dan lembab (30 ºC) seperti dapur, restaurant dan alat-alat elektronik (oven, radio) Populasi terbesar dan tersebar hampir disemua lokasi.
  • Terbawa masuk kebangunan melalui barang seperti dus, kotak, tempat telur dll.
  • Satu Ootheca berisi 36-40 butir telur yang melekat pada tubuh induknya.

3.   Kecoa Timur ( blatta orientalis )
      Masalah yang ditimbulkan
      •  Merupakan faktor pembawa penyakit sepeerti : diare, keracunan
          makanan akibat bakteri staphylococus sp, dll
      •  Indikator kuang baiknya sanitasi di tempat tersebut.

Semut

Perilaku semut
Semut selalu meninggalkan jejak berupa feromon yang merupakan alat penunjuk bagi semu lannya untuk mengikuti jejak rekannya. Semut sangat tertarik dengan makanan yang aromatik dan manis. Menyukai tempat yang lembab dab sarang biasanya terdapat pada celah dekat sumber makanan baik yang berupa cair maupun padat. Semut serangga sosial ( berkoloni dan sistim kasta ) yaitu kasta reproduktif (raja & ratu ) dan kasta pekerja, pemakan apa saja ( scavenger ), membersihkan diri sendiri dan transfer makanan diantara sesama semut.

Semut memiliki tubuh berwarna hitam, coklat, kuning dan merah. Penelitian membuktikan bahwa semut tidak dapat melihat, mereka mengandalkan sensor antena untuk mencium dan merasakan. Semut dapat diidentifikasi dengan melihat petiole yang ada diantara thorax dan perut. Walau  tubuhnya kecil semut dapat mengangkat beban 40 kali berat tubuhnya.

Jenis semut
1.    Semut rumah ( odorus house ant )

  • Ukuran 0,3 cm
  • Berwarna coklat
  • Bersarang di luar dan dalam bangunan
  • Mengeluarkan aroma tak sedap

2.    Semut Api ( solenopsis spp / fire ant )

  • Ukuran 0,3 – 0,9 cm
  • Berwarna coklat kemerah-merahan
  • Bersarang ditanah dan di dalam bangunan celah tembok

3. Semut tukang kayu, semut kayu  ( carpenter ant / componotus sp )

  • Ukuran paling besar diantara semut lainnya 0,6 – 1,9 cm
  • Warnanya hitam, merah kehitaman atau coklat.
  • Merusak struktur kayu
  • Bersarang di kayu lapuk atau lembab.

4.    Semut hitam ( lasius niger )
5.    Semut lapangan ( farmica sp )
6.    Semut Pharoah ( monomorum pharaonis )
7.    Semut buah ( dolichoderus spp )
8.    Semut speedo ( ponotechina longicornis )
9.    Semut gula ( topinoma melanosephalum )
10.    Semut kebun / semut berkepala besar ( pheidolegeton diversus )
11.    Semut karengga / semut penganyam ( oechophylla smaragdina )

Masalah yang ditimbulkan
•    Beberapa jenis semut dapat menggigit dan menyengat
•    Keberadaannya dianggap menggangu keberadaana manusia
•    Membuat pemandangan / dekoraasi ruangan menjadi kurang sedap
     untuk dilihat

Crawling Insect Control
•    Melakukan survay dan inspeksi sebagai lagkah awal pra-
      treatment dalam pengendalian serangga merayap ( semut dan kecoa )
•    Pembuatan check list treatment dan log book treatment
•    Treatment area dalam dengan menggunakan B&G Handsprayer dan
      dusting.
•    Treatment area luar dengan menggunakan B&G Handsprayer dan
      dusting dan Automatic misting blower.
•    Oosida treatment unt untuk mencegah proses regenaerasi semut
      pada tahap telur secara periodic, terutama untuk area yang diketahui
      merupakan tempat hama.
•    Inspeksi dan quality control secara periodic untuk memastikan
      pelaksanaan treatment sesuai dengan standar treatment secara aman.

Lalat

Perilaku lalat
Lalat aktif hanya di siang hari, sedangkan pada malam hari mereka beristirahat di tempat-tempat seperti : tanaman, pagar, langit-langit, kabel listrik dan sudit bangunan. Lokasi istirahat tidaka jauh dari lokasi mereka mencari makan, biasanya 1 – 3 meter di atas permukaan tanah.  Merugikan karena mentrasfer bibit penyakit, pemakan bahan-bahan organik dari sampah dan bangkai, bersayap satu pasang.

Lalat hidup dan berkembang biak ditempat penimbunan sampah dan tempat-tempat yang kotor dan terjadi proses pembusukan. Seekor lalat rumah dewasa dapat terbang beberapa kilometer.

Jenis lalat terdapat beberapa jenis species yang umum dijumpai, yaitu :
1.   Lalat buah ( drosophila sp. )

  • Ukuran 0,3 cm
  • Berwarna abu-abu hitam
  • Hanya butuh 8 hari untuk menjadi dewasa
  • Makanan dari bahan organic buah

2.    Lalat rumah ( musca domestica )

  • Ukuran 0,7 – 0,8 cm dan berwarna abu-abu.
  • Selama hidupnya dapat bertelur 350-900 butir.
  • Makan dari bahan organik dan sampah.
  • Dewasa dalam 10 hari serta berumur 4 – 12 minggu.

3.    Lalat Biru ( calliphora erythrocephala )
4.    Lalat Hijau ( lucilia sericata )
5.    Lalat daging ( sarcophaga sp )
6.    Lalat berpunuk belakang ( mageselia scalaris )

Masalah yang ditimbulkan dan bahayanya.
•   Merupakan cektor pembawa penyakit seperti : thyphoid, demam,
     kaki gajah, disentri dan kolera.
•   Mengkontaminasi makanan dan minuman.
•   Larva lalat daging membuat liang dan menginfeksi manusia
     melalui luka yang terbuka dan dapat menyebabkan penyakit kaki gajah.
•   Keberadaanya mengganggu kebersihan manusia dan indikator
     kurang baiknya sanitasi.

Pengendalian lalat
Pengendalian lalat dapat dilakukan pada saat lalat dalam fase larva dan dewasa. Pada fase larva, penggunaan larvasida sangat membantu menurunkan infeksi lalat. Pada fase dewasa dapat dikendalian dengan penyemprotan ruangan baik di dalam maupun diluar ruangan.

Fly Knock Down GB
Adalah umpan tabur lalat Pengendali vektor penyakit. Di tubuh lalat ada berjuta bakteri, virus dan jamur yang kapanpun bisa mengkontaminasi makanan, Salah satu cara yang efektif adalah mengendalikan populasi lalat. Fly Knock Down GB adalah umpan lalat yang efektif, efisien, hemat dan cepat.

Nyamuk

Perilaku Nyamuk
Perilaku nyamuk berbeda untuk masing-masing speciesnya, sebagai contoh nyamuk demam berdarah aktif pada siang hari, sedangkan nyamauk rumah aktif pada malam hari. Tempat berkembangbiak nyamuk demam berdarah pada air bersih, sedangkan nyamuk rumah pada air yang banyak mengandung bahan organik, seperti saluran pembuangan air, got-got dll. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah, jenisnya yang umum culex, anopheles dan aedes aegypti, dewasa dalam 2 – 3 minggu, dapat menyebarkan bibit penyakit.

Nyamuk menyukai tempat yang lembab, gelap dan kurang angin, tempat istirahatnya tidak jauh dari tempat beraktivitas, mempunyai kemampuan terbang sampai 10- 36 km, dengan siklus hidup 10 – 14 hari dan nyamuk sangat tertarik oleh suhu tubuh manusia.

Jenis Nyamuk
1.    Nyamuk Malaria ( anopheles sp )
2.    Nyamuk Demam ( aedes aegypti )
3.    Nyamuk rumah ( culex pipiens )

Masalah yang ditimbulkan

•    Merupakan vektor dari penyakit yang membahayakan seperti :
      malaria, demam berdarah ataupun kaki gajah.
•    Keberadaannya mengganggu kehidupan manusia, khususnya
      apabila suara bisisng yang dikeluarkan dan gigitan nyamuk.
•    Indikator kurang baiknya sanitasi ditempat tersebut.

Tikus

Rodent Control
Suatu perkerjaan pengendalian tikus dengan sistem pengendalian tikus sistem terpadu dan menitikberatkan pada Rodent inspection, untuk menentukan dan mengevaluasi tingkat perkembangan tikus pada awal dan saat pengendalian , Sanitasi adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan sumber makanan dan sarang tikus, Rodent Proofing dengan melakukan perbaikan pada structur bangunan dimana terdapat jalan tikus masuk. Population Reduction adalah dengan menggunakan elastic trap dan permanen ( snap ) trap.

Perilaku tikus.
Salah satu kebiasaan tikus yang merugikan adalah mengasah gigi depannya agar tidak tumbuh menembus rahangnya. Hal ini dapat dilakukan pada kabel-kabel listrik atau komputer, pintu yang terbuat dari kayu, pipa air, pipa listrik dll dan dimanapun dia bisa mengerat maka dia dapat mengerat. Bahkan dia dapat membuat lubang yang dapat merusak pondasi rumah.

Perilaku lain dari tikus adalah bait shyness, kecurigaannya aterdapat hal yang baru, sehingga tikus tidak mudah dijebak atau diberi racun bila mereka melihat bahwa tikus lainnya mati karena memekan racun tersebut seketika. Selain itu tingkat adaptasi tikus sangat tinggi, sehingga penggunaan elektromagnet untuk mengusir tikus hanya akan efektif untuk beberapa saat saja. Dalam kondisi ideal sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi 2000 ekor pertahun. Faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembang biakan tikus adalah makanan. Mencari makan pada malam hari dengan mengandalkan imdera peraba dan penciumannya. Makanan favorit tikus adalah biji-bijian.

Jenis tikus

Terdapat beberapa species yang umum dijumpai :
1.   Tikus atap ( rattus rattus )

  • Berat 150 – 250 gr, panjang ttubuh 15 – 22 cm, ekor 18-25 cm lebih dari tubuh.
  • Moncong runcing, telinga dan mata lebar / besar, warna abu-abu kehitaman, kotoran ramping panjang 1,2 cm dan ujungnya runcing,
  • Usia hidup 9 – 24 bulan dan Dapat dewsa dalam 2 – 3 bulan.
  • Jumlah anak / kelahiran 6 – 10 ekor dan dalam 1 tahun 6 x kelahiran.
  • Ahli dalam memanjat dan melompat.
  • Bisa berenang namun tidak ahli
  • Omnivora, suka makan buah sayur, kacang dan biji-bijian.
  • Pemalu, kurang suka sesuatu yang baru
  • Area jangkauan 15 – 30 m
  • Bisa menembus lubang sebesar 1,2 cm
  • Dapat bersarang ditanah jika populasi meningkat.


2.    Tikus Rumah ( mus musculus )

  • Berat 50 – 150 gr, panjang tubuh 6 – 10 cm, ekor 7 – 10 cm.
  • Moncong runcing, telinga besar, mata kecil, warna coklat muda/abu-abu muda.
  • Usia hidup 9 – 12 bulan, dewasa dalam 1,5 bulan, jumlah anak/kelahiran 6 – 7 ekor. Dalam 1 tahun melahirkan 8 – 10 x
  • Lebih menyukai biji-bijian, sereal, serangga. Tidak perlu setiap hari minum air. Rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru tinggi, ahli memanjat dan bisa berenang. Area jangkauan 3 – 6 m, bisa menembus lubang 0,6 cm.
  • Bersarang disekitar sumber makanan.

3.    Tikus Got ( ratus norvegicus )

  • Berat 200 – 500 gr, panjang tubuh 19-25 cm, ekor 15-22 cm.
  • Moncong tumpul, telinga dan mata kecil
  • Warna coklat tua bagian atas, muda dibawah
  • Kotoran besar bentuk kapsul ukuran 2 cm, usia hidup 5 – 12 bulan bahkan 3 tahun. Tumbuh dewasa dalam 2 -3 bulan, jumlah anak / kelahiran 8 – 12 ekor dan kelahiran dalam satu tahun ada 7 kali.
  • Pemalu, gugup jika ada sesuatu yang baru, omnivore dan lebih menyukai  daging dan kacang. Hanya makan 1 jenis makanan yang disukainya.
  • Area jangkauan 15-30 m, bisa menembus lubang sebesar 1,2 cm.


Tanda-tanda keberadaannya

  • Kotoran tikus, jejak, bekas urine, bulu, tanda gesekan tubuh pada dinding / grease mark. Bukti hidup / mati, lubang sarang di tanah, bekas gigitan / kerusakan, sarang, bau, suara.
    Rodent contol  adalah pekerjaan pengontrolan tikus dengan memberikan umpan beracun ( anti coagulant poisoning ), umpan –umpan tersebut diletakkan di lokasi dimana tikus sering lewat. Dan tikus yang memakan umpan beracun dalam jangka waktu 3 – 5 hari akan mati.

Pengendalian tikus

  • Proofing adalah penutupan atau memastikan bahwa seluruh konstruksi bangunan tidak adanya celah yang memungkinkan tikus masuk, baik dari bawah pintu, lubang pembuangan air atau dari bawah saluran air.
  • Sanitation adalah dengan cara memperbaiki tempat sanitasi yang rusak sebab sanitasi yang kurang baik menjadi faktor penarik tikus atau bahkan sumber makanan tikus. Dan tempat sarang.
  • Rodentstop service ( pengendalian tikus ) baik dengan sistem baiting maupu trap.

Tehnik pelaksanaan rodent control

  • Melakukan survai dan inspeksi sebagai lagkah awal pra-treatment dalam pengendalian hama.
  • Pembuatan pest & rodent control mapping.
  • Pemasangan powder trap, snap trap atau elastic glue di tempat-tempat  yang diidentifikasi merupakan jalur perlintasan rawan tikus di area dalam dan luar gedung.
  • Pemberian bait rodentisida di area perindukan dan pergerakan tikus.
  • Inspeksi dan quality control secara periodic untukmemastikan pelaksanaan treatment sesuai dengan strandar.

Bahan kimia dan peralatan kerja dalam penanggulangan hama dan tikus :

Bahan kimia :
Pest Contol
•    Permethrin
•    Zeta cypermethrin
•    Propoxur
•    Bifenthrin
•    Deltamethrin
•    Lambda cyhalothrin
•    Thiomethoxam
•    Imiddacloprid

Rodent Control
•    Brodifacoum
•    Coumatetralyl
•    Bromadiolone

Peralatan dan metode treatment :

Hand Sprayer adalah alat untuk mengaplikasikan larutan pestisida dengan cara disemprotkan ( spraying ) ke area yang terinfestasi / potensial terinfestasi. Efektif untuk mengendalikan kecoa, semut, kutu dan laba-laba.
 
ULV machine / Cold Fogger  aadalah alat untuk mengaplikasikan partikel larutan pestisida dengan cara pengembunan ( cold fog ), digunakan untuk area dalam ruangan / bagunan. Sangat efektif untuk mengendalikan nyamuk dan lalat.

Mist Blower adalah alat untuk mengaplikaskan partikel larutan pestisida dengan pengkabutan untuk mengendalikan lalat, nyamuk. Lebih efektif dari pengasapan ( fogging ) karena memiliki efek residual.

Thermal Fogger / mini fogger adalah alat untuk penyemprotan pestisida dengan campuran minyak solar dalam bentuk asap / kabut ( fogging ).

Bait gun adalah perlakuan insectisida ( baiting ) dalam bentuk gel dengan menggunakan bait gun.

PVC Bait Station, Black Box Bait Station, Live Trap, Paper Bait Station adalah alat yang digunakan untuk menempatkan umpan / pakan tikus dan perangkap tikus.

Rat Trap Monitoring adalah alat yang dipasang untuk mengendalikan tikus diarea dalam dengan menggunakan lem.

Automatic Insect Sprayer adalah alat sprayer otomatis yang diletakkan di setiap pintu masuk arah dalam yang dapat diatur frekwensi penyeprompatannya sesuai dengan kebutuhan. Alat ini berfungsi untuk mengendalikan serangga terbang dengan chemicals yang diekstrak dari bunga African Phyrethrum ( Permethrin 0,1%).

Moesquitoes Control / Moesquitoes Trap adalah alat perangkap nyamuk yang bersifat non-chemicals, mampu memusnahkan nyamuksampai 20.000 ekor per malam. Alat ini menggunakan bahan Titanium Dioxide sebagai bahan penarik dan efektif untuk semua jenis nyamuk dengan tinggi unit + 32 cm. Dipasaran biasanya dijual dengan merek Black Hole. Alat ini sangat cocok untuk area terbuka.

Rat & Mouse Control ( Rats Repeller ) adalah alat pengusir tikus menggunakan gelombang ultrasonic dan gelombang electromagnetic, dengan 4 kombinasi gelombang untuk mencegah resistensi tikus, cakupan area 460 m2.

Flie Control ( Flies Trap ) adalah alat penangkap lalat yang dapat diletakkan / digantung disemua area, non-chemicals ( menggunakan lampu dan lem yang dapat menarik lalat di bagian dalam pada alat fly catcher ).

Peralatan keamanan dan keselatan kerja.
•    Helm
•    Sepatu
•    Kacamata
•    Masker
•    Sarung Tangan
•    Senter
•    Tangga

Saran dan Rekomendasi Pest Control

Mengingat keberhasilan pengendalian hama tidak saja tergantung dari pihak pelaksana ( perusahaan jasa pest control ) melainkan juga dibutuhkan kerja sama dari pihak pelanggan,  perusahaan jasa biasanya memberikan saran dan rekomendasi antara lain :

  • Menutup semua jalur / lubang / saluran dengan kawat kasa, sehingga  tikus tidak masuk ke area dalam gedung.
  • Melakukan pembersihan secara teratur dan berkala untuk meminimkan perkembangbiakan serangga ( lalat, kecoa dan semut )
  • Penataan barang secara rapi dan bersih, serta membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai.
  • Selalu mengupayakan menjaga sanitasi dan hygiene lingkungan.
  • Quality Control Pest Control

Jadwal dan rencana kerja yang telah dibuat harus selalu diperiksa baik dari pihak pengguna jasa maupun dari pihak pelaksana, kunjungan rutin dari pengawas diperlukan untuk mengontrol kinerja dari para tehnisi di lapangan yang memungkinkan mereka untuk memberikan pelayanan pengendalian hama yang lebih baik dan tepat. Untuk itu kunjungan pengawas harus dijadwalkan secara periodik, karena hal ini juga sebagai komunikasi antara pengguna jasa dan  pelaksana dan dapat dibicarakan tentang laporan terperinci baik tentang sistem kerja, kineja tehnisi maupun rotasi bahan kimia yang digunakan.

Penggunaan bahan kimian ( pestisida ) secara terus menerus akan menimbulkan kekebalan bagi hama, terutama kecoa, lalat dan nyamuk yang dapat  mengalami resistensi dalam kurun waktu 6 bulan, maka disarankan untuk bahan kimia agar selalu dirotasi setiap 6 bulan sehingga pengendalian hama tetap bisa maksimal.

Rayap
 
Rayap merupakan hewan pemakan zat selulosa yang ada pada kayu, kertas hingga karpet pada saat mencari sumber selulosa, rayap dapat merusak bahan-bahan lain yang menghhalangi seperti kabel listrik, pipa, plastik dan lain-lain, rayap dapat masuk melalui celah / retakan yang ukurannya kurang dari ½ mm. Keberadaan laron merupakan tanda akan terbentuknya koloni rayap baru di sekitar bangunan dan rayap dapat menyerang hingga lantai 30 suatu bangunan.

Dari 2000 jenis rayap didunia, di Indonesia terdapat 200 species dan 6 diantaranya merupakan rayap yang mempunyai daya serang hebat, antara lain rayap tanah dan rayap kayu kering.

Jenis rayap yang umum

1.  Rayap tanah ( subterranean termite )

Serangga sosial ( berkoloni & sistim kasta ), berkoloni dibawah tanah. Menyerang struktur bangunan dengan membuat terowongan tanah menuju sumber makanan. Dapat hidup hanya pada suhu dan kelembaman tertentu. Jenis tertentu dapat menyerang sampai lantai 30 suatu bangunan.

  • Jenis Microtermes adalah Pemalu, Ukuan sangat kecil, kurang ganas, umumnya jangkauan serangan hanya + 1 m diatas tanah.
  • Jenis Macrotermes adalah agak pemalu, ukuran paling besar, agak ganas, umumnya jangkauannya hanya + 1 m diatas tanah.
  • Jenis Coptotermes adalah Paling umum ditemukan, ukuran sedang, sangat ganas, jangkauan serangan mencapai puluhan meter di atas tanah.


2.  Rayap Kayu Kering ( drywood termite )

Serangga sosial berkoloni dan berkasta, bersarang langsung di sumber makanannya ( kayu ), tidak membutuhkan kontak dengan tanah, merusak struktur bangunan dan furniture, jmumlah populasi dalam koloni kecil, hanya bebeapa ribu, tidak mempunyai kasta pekerja ( perannya dilaksanakan oleh nimfa ), mengeluarkan palet / droplet kayu.

3.  Rayap Kayu Basah ( dampwood termite )

Serangga social berkoloni dan berkasta, bersarang pada tonggak kayu atau kayu gelondongan yang lembab dan membusuk, tidak membutuhkan kontak dengan tanah, jarang ditemukan merusak struktur bangunan, yang dirusak umumnya pohon dan tanaman.

Pembagian Kasta Rayap

Nimfa dan Pekerja
Kecil berwarna putih, mengembara mencari makan secara acak dan kontinyu, membangun trowongan tanah dan memelihara sarangnya, merawat ratu dan telur, mencari makan dan memberi makan seluruh koloni.

Tentara
Kepada besar, memiliki capit ( mandibel ), komposisi dalam koloni berkisar 3-15% dari jumla pekerja, bertugas melindungi koloni dari bahaya.

Reproduktif
Raja dan Ratu yang terbentuk dari laron ( swarmer ), laron keluar dari sarang setelah hujan, laron mencari pasangan ( raja & ratu ) kemudian masuk kedalam tanah untuk membentuk koloni. Raja & Ratu membentuk nimfa, terbentuk bila raja & ratu mati atau tidak mampu bertelur.

Termite control adalah usaha pengendalian rayap hama secara efektif, terprogram dan berkelanjutan.

Bahaya dan kerugian

  • Kerusakan pada bangunan, disamping menghancurkan dokumen-dokumen beharga, kerusakan yang disebabkan rayap dapat menimbulkan arus pendek dan kebakkaran.
  • Kerusakan yang ditimbulkan oleh rayap seperti bangunan dapat megakibatkan kreugiian financial yang besar.

Prinsip pengendalian Rayap

Tujuan daripada pengendalian rayap pada prinsipnya adalah melindungi bangunan dari serangan raap tanah melalui pembuatan penghalang kimia (chemicacl barrier) pada sekeliling pondasi bangunan. Agar pengendalian rayap pada bangunan dapat mencapai hasil yang optimal, maka usaha tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang memadukan kegiatan dan peran serta dari berbagai pihak.

Untuk menghindari atau mengendalikan serangan rayap pada bangunan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Hindari adanya bahan-bahan kayu seperti sisa-sisa tonggak pohon, pohon-pohon tua yang sebagian akarnya telah mati disekitar halaman bangunan, yang potensial  untuk menjadi sumber infestasi rayap dan tempat bersarang dan berkembang.
  2. Hindari kontak antara tanah dengan bagian-bagian kayu dari bangunan. Walaupun cara ini tidak mutlak mampu mencegah serangan rayap, karena rayap mampu membuat terowongan kembara diantara tembok, lantai dan dinding untuk mencapai obyek kayu ( makanan ) namun paling tidak dapat memperlambat serangan rayap.
  3. Menggunakan kayu-kayu yang telah diawetkan.
  4. Membuat benteng yang kuat terhadap serangan rayap di bagian pondasi dengan cara memperlakukan tanah ( soil treatment ) dibawah dan disekitar pondasi dengan temitsida yang tahan pencucian.
  5. Untuk bangunan yang menggunakan struktur kayu sebagai penopang utama bangunan, harus diberikan jarak minimum + 50 cm antara tanah dengan lantai bangunan.

Jenis pengendalian rayap terdiri dari :

Termite Baiting System adalah pengendalian rayap dengan metoda umpan, menggunakan ”sistem pengumpanan” ( Sentricon Colony Elimination System ). yang sangat efektif membasmi koloni rayap tanah jenis coptotermes sp.   Untuk metode ini alat yang digunakan adalah umpan kayu atau umpan yang berbahan selulosa.

Wood Injecting System ( Injeksi kayu ) adalah injeksi chemical kedalam kayu komponen bangunan seperti kayu kusen, kaso-kaso dan kuda-kuda atap bangunan yang dilakukan dengan cara pengeboran pada kayu sehingga membentuk lubang yang akan dipasang pin injeksi sebagai jalan masuk chemical dan chemical akan dimasukkan dengan menggunakan kompresor dengan tekanan tinggi sehingga cairan chemicals dapat masuk keseluruh kayu.

Chemicals Barrier System adalah pengendalian rayap dengan metoda perlindungan dengan bahan kimia ( termisida ) di sekililing pondasi bangunan dengan sistim injeksi dan semprot. Efektif untuk mengendalikan semua jenis rayap tanah baik pengendalian sebelum bangunan ( termisida repellant ) dibangun ataupun saat bangunan sudah dibangun ( termisida Non-repellant ). Untuk metode ini alat yang digunakan alat bor, alat injeksi, drum pengadukan, gelas ukur dll.

Integrated Termite Management adalah pengendalian rayap hama terpadu yang merupakan kombinasi antara metode pengumpanan dengan metode penggunaan bahan kimia ( chemicals )

Keberhasilan pest control sangat tergantung tehadap kerjasama antara :

  • Operator Pest Control terhadap identifikasi, rekomentasi dan penanganan masalah.
  • Pengelola fasilitas dan Customer terhadap memelihara sanitasi lingkungan, penutupan jalur hama dan penghilangan sarang.



Copyright © 2014 | Virtual Hotel Institute · All Rights Reserved